Lingga – Menanggapi isu yang menyudutkan salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial IA yang menjabat sebagai Kepala Bagian Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Lingga, pihak keluarga angkat bicara. Fahrul Anshori, yang bertindak sebagai juru bicara keluarga besar IA, memberikan klarifikasi resmi atas rumor yang dinilai telah menyesatkan publik.
“Kami sangat menyayangkan simpang siur pemberitaan yang menyentuh ranah pribadi keluarga kami. Awalnya kami memilih diam karena permasalahan ini sebenarnya sudah lama berlalu dan telah diselesaikan secara baik di internal keluarga,” ujar Fahrul Anshori yang akrab disapa Ori.
Menurut Ori, isu tersebut muncul dari kesalahpahaman salah satu pihak yang merasa cemburu terhadap kedekatan kerja antara ASN IA dengan rekan sejawatnya. Hal ini kemudian menjadi bahan perbincangan yang tidak terkendali hingga menyebar ke ruang publik sebagai dugaan perselingkuhan.
“Satu informasi yang disebar tanpa konteks utuh memang rentan menjadi berita hoaks. Kami perlu meluruskan bahwa tidak benar telah terjadi perselingkuhan seperti yang ramai diperbincangkan. Sampai saat ini, bahkan tidak ada laporan resmi dari pihak manapun yang merasa dirugikan,” tegas Ori.
Pihak keluarga juga merasa heran mengapa isu yang telah lama berlalu dan telah selesai secara internal kembali diangkat ke permukaan tanpa alasan yang jelas. Meski demikian, Ori menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin menyalahkan siapa pun dan lebih memilih untuk meredam kegaduhan.
“Saudara kami, IA, dalam kondisi baik-baik saja bersama istrinya. Hubungan rumah tangga mereka berjalan normal. Demikian juga dengan rekan ASN lainnya, tidak ada masalah sebagaimana yang dispekulasikan,” tambahnya.
Dengan adanya pernyataan resmi dari keluarga besar IA, Ori berharap semua pihak dapat menahan diri dan tidak membuat pemberitaan yang tendensius. Ia juga mengimbau media maupun masyarakat untuk tidak menggiring opini yang dapat merugikan pribadi maupun institusi.
“Atas nama keluarga, kami menyampaikan permohonan maaf apabila persoalan rumah tangga biasa seperti cekcok suami istri sempat menjadi konsumsi publik. Namun kami tegaskan bahwa persoalan ini telah selesai secara internal. Kami anggap masalah ini telah tuntas,” tutup Ori, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Gerakan Masyarakat Melayu Muda Kreatif dan Religius (GM3KR) Provinsi Kepulauan Riau.
Penulis : Topan












