LINGGA, MTOONENEWS.COM – Wakil Bupati Lingga, Novrizal, menggelar diskusi terbuka bersama organisasi masyarakat (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), wartawan, serta warga Dabo Singkep pada Minggu (5/10/2025).
Pertemuan yang berlangsung santai namun sarat makna itu menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat untuk membahas berbagai persoalan daerah yang dinilai perlu segera dituntaskan.
“Kita mencari masukan dan keluhan langsung dari masyarakat,” ujar Novrizal ketika diwawancarai.
Menurutnya, komunikasi dua arah menjadi kunci agar pemerintah daerah benar-benar memahami kebutuhan warga dan dapat mengambil langkah konkret dalam penyelesaian masalah.
Dalam diskusi tersebut, berbagai aspirasi disampaikan mulai dari isu pelayanan publik, infrastruktur, hingga transparansi program pembangunan.
Novrizal menegaskan, seluruh masukan akan dijadikan bahan evaluasi dan penyusunan kebijakan daerah ke depan.
“Ada beberapa masukan yang menjadi pertimbangan kami untuk dijalankan,” katanya.
Lebih lanjut, Wabup Lingga menyoroti pentingnya peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bekerja lebih fokus dan responsif terhadap persoalan masyarakat.
“Titik tekan kami agar OPD lebih giat dan konsentrasi bekerja. Tanggung jawab utama pemerintah adalah untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Novrizal juga mengapresiasi keaktifan OKP, LSM, dan awak media yang terus memberikan kritik dan saran membangun. Menurutnya, partisipasi publik menjadi bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang baik.
“Kami sudah dapat banyak masukan dari berbagai pihak. Semua itu akan menjadi dasar dalam memperbaiki kinerja pemerintahan,” jelasnya.
Saat ini, Pemkab Lingga tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja seluruh OPD.
Langkah ini diambil untuk memastikan setiap program dan kegiatan berjalan sesuai sasaran serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami sedang mengevaluasi kinerja seluruh OPD di Kabupaten Lingga,” ungkap Novrizal.
Menutup diskusi, ia mengakui masih ada kendala dalam koordinasi antarinstansi di lingkungan pemerintah daerah.
Namun, ia optimistis sinergi antar-OPD akan terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal.
“Masalah utama yang kami temukan adalah koordinasi antar-OPD. Ini yang akan segera kami benahi,” tutupnya.












