Pembangunan Box Culvert Jalan Daik–Musai Disambut Apresiasi Masyarakat Desa Musai

MUSAI, LINGGA — Masyarakat Desa Musai, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau atas direalisasikannya pembangunan Box Culvert pada ruas Jalan Daik–Musai. Pembangunan infrastruktur tersebut dinilai sebagai langkah konkret pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam memperkuat konektivitas dan memperlancar mobilitas warga di wilayah pedesaan.

Apresiasi itu disampaikan Ketua Perkumpulan Pemuda Tempatan (PERPAT) Kabupaten Lingga, Frans, saat meninjau langsung lokasi pembangunan, Rabu (1/7/2026). Menurut Frans, kehadiran infrastruktur tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian penting dari upaya menghadirkan akses transportasi yang lebih layak bagi masyarakat yang setiap hari menggantungkan aktivitas sosial dan ekonominya pada kondisi jalan yang memadai.

Bacaan Lainnya

“Kami atas nama masyarakat Desa Musai mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang telah merealisasikan pembangunan Box Culvert di ruas Jalan Daik–Musai. Ini merupakan harapan masyarakat yang selama ini menginginkan peningkatan infrastruktur demi kelancaran aktivitas sehari-hari,” ujar Frans.

Ia menilai pembangunan *Box Culvert* memiliki arti strategis bagi masyarakat Desa Musai. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengatasi persoalan pada sistem drainase dan aliran air di sekitar badan jalan, sekaligus memberikan dukungan terhadap keberlangsungan akses transportasi masyarakat. Dengan infrastruktur yang lebih baik, perjalanan warga diharapkan menjadi lebih aman dan lancar, terutama ketika menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi memengaruhi kualitas serta fungsi ruas jalan.

Lebih jauh, Frans melihat pembangunan infrastruktur jalan harus ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas, yakni sebagai bagian dari pembangunan ekonomi masyarakat. Kelancaran akses transportasi tidak hanya berkaitan dengan kemudahan warga menuju pusat pemerintahan maupun kawasan permukiman, tetapi juga memiliki hubungan langsung dengan distribusi hasil perkebunan, pergerakan barang, serta aktivitas ekonomi masyarakat dari dan menuju Desa Musai.

Menurutnya, pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah pada akhirnya harus dirawat secara bersama-sama. Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam menghadirkan infrastruktur yang berkualitas, sementara masyarakat mempunyai peran penting dalam menjaga keberadaan serta fungsi fasilitas tersebut agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

“Pembangunan ini untuk kepentingan masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga suasana yang kondusif dan mendukung setiap program pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga,” katanya.

Apresiasi senada disampaikan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Musai, Arisyanto atau yang akrab disapa Aris. Ia menyebut pembangunan *Box Culvert* tersebut merupakan kebutuhan yang telah cukup lama dinantikan masyarakat. Keberadaan fasilitas itu dipandang penting karena berkaitan langsung dengan mobilitas warga sekaligus kelancaran distribusi berbagai komoditas hasil perkebunan masyarakat.

“Kami berharap pekerjaan berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan kualitas pembangunannya sesuai harapan sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ungkap Aris. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan secara administratif, tetapi juga dari kualitas konstruksi dan daya tahan infrastruktur ketika telah digunakan masyarakat.

Aris juga mengajak masyarakat Desa Musai untuk mengambil bagian dalam mengawasi proses pembangunan. Menurutnya, pengawasan publik merupakan bagian dari semangat pembangunan yang transparan dan bertanggung jawab. Masyarakat dapat berperan dengan menjaga lingkungan sekitar proyek, memberikan informasi apabila ditemukan persoalan di lapangan, serta memastikan hasil pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan perencanaan yang telah ditetapkan.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pembangunan tersebut merupakan bagian dari Program Penyelenggaraan Jalan melalui kegiatan pembangunan jembatan berupa *Box Culvert* pada ruas Jalan Daik–Musai. Proyek tersebut bersumber dari APBD Provinsi Kepulauan Riau Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar **Rp2.962.496.000** dan masa pelaksanaan selama **150 hari kalender**.

Dengan nilai investasi tersebut, masyarakat berharap pembangunan tidak berhenti pada pencapaian fisik semata, tetapi mampu menghadirkan manfaat jangka panjang bagi kawasan. Infrastruktur yang dibangun secara baik dan memenuhi standar diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar distribusi hasil perkebunan, serta membuka ruang yang lebih besar bagi pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat Desa Musai dan wilayah sekitarnya.

Pada akhirnya, pembangunan *Box Culvert* di ruas Jalan Daik–Musai menjadi gambaran bahwa infrastruktur memiliki dimensi sosial yang jauh lebih luas daripada sekadar beton, konstruksi, dan angka dalam dokumen anggaran. Di balik pembangunan tersebut terdapat harapan masyarakat akan akses yang lebih baik, mobilitas yang lebih aman, serta kehidupan ekonomi yang semakin bergerak. Karena itu, sinergi antara pemerintah, pelaksana pekerjaan, lembaga desa, dan masyarakat menjadi kunci agar pembangunan tersebut benar-benar menjelma menjadi fasilitas publik yang berkualitas, berdaya guna, dan mampu menopang kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.

Redaksi.

Pos terkait