DAIK, LINGGA — Setelah hampir satu dekade masyarakat Kecamatan Lingga merindukan hadirnya kembali panggung hiburan rakyat yang mampu menyatukan generasi muda dan masyarakat luas, kerinduan tersebut akhirnya terbayarkan melalui Malam Kreatif Pemuda Kecamatan Lingga, Sabtu (15/08/26).
Pertunjukan parade band yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu berlangsung meriah dan berhasil menghadirkan atmosfer musik yang menggugah antusiasme masyarakat.
Malam panggung rakyat tersebut menghadirkan sejumlah band ternama Kabupaten Lingga sekaligus memberikan ruang bagi musisi generasi muda untuk menunjukkan kreativitasnya.
Beberapa nama yang tampil di antaranya ANESTESI, BELADAU SAKTI, INSPRIA, SERENADA, dan SKILBOLTER, serta penampilan dancer Reny N Friends. Tidak hanya itu, penyanyi YouTube Eris turut ambil bagian melalui penampilan bertajuk RAJUT, sehingga rangkaian acara terasa semakin berwarna.
Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian penonton datang dari SKILBOLTER INDONESIA. Band tersebut membawakan sejumlah lagu yang akrab di telinga pencinta musik, di antaranya Tendangan dari Langit dari Kotak, Bendera dari Cokelat, serta Penyangkalan dari For Revenge.
Perpaduan musikalitas, energi para personel, aksi panggung, dan dukungan efek kembang api membuat penampilan SKILBOLTER terlihat semakin atraktif dan berhasil membangun interaksi kuat dengan ribuan penonton.
Penanggung jawab Parade Band Panggung Merah Putih HUT ke-81 RI, Rian, mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi ruang pertunjukan musik, tetapi juga merupakan bentuk solidaritas dan kebersamaan pemuda Kecamatan Lingga. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas anak muda di daerah dapat tumbuh ketika diberikan ruang untuk berekspresi dan berkolaborasi secara positif.
«“Alhamdulillah acara kami berjalan sukses dan pecah menghibur masyarakat Kecamatan Lingga. Rasanya bahagia, senang dan bangga kepada seluruh teman-teman panitia, band-band, baik itu ANESTESI, SERENADA, BS BAND, INSPRIA dan kami sendiri SKILBOLTER Indonesia,” ujar Rian.»
Rian menjelaskan, semangat kebersamaan dalam kegiatan tersebut juga terlihat dari keterlibatan komunitas otomotif. Selain pertunjukan band dan dance, sejumlah komunitas motor yang tergabung dalam berbagai persatuan di Kabupaten Lingga turut mengambil bagian. Kehadiran berbagai komunitas tersebut memperlihatkan bahwa panggung kreatif dapat menjadi titik temu lintas kelompok, khususnya dalam membangun persaudaraan dan ruang aktivitas positif bagi masyarakat.
SKILBOLTER INDONESIA sendiri bukanlah nama baru dalam perjalanan musik di Kabupaten Lingga. Band yang mulai berkiprah sejak 2006 tersebut pernah melalang buana dari satu panggung ke panggung lainnya. Setelah melalui perjalanan panjang, SKILBOLTER kini hadir dengan penyegaran komposisi personel, yakni M. Gandhi pada gitar satu, Amad gitar dua, Luffy drum, Baron keyboard, Maman dan Sella vokal, serta Rian pada bass.
Rangkaian kegiatan tersebut turut disejalankan dengan Bazar HUT ke-81 RI yang digagas Kecamatan Lingga bersama para musisi Lingga dan persatuan pelaku UMKM. Sinergi antara musik, ekonomi kreatif, komunitas dan masyarakat tersebut membuat kawasan kegiatan dipadati pengunjung. Ribuan penonton hadir menikmati pertunjukan sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui berbagai stan bazar yang tersedia.
Bagi masyarakat Kecamatan Lingga, kemeriahan malam tersebut memiliki makna tersendiri. Setelah sekitar 10 tahun tidak merasakan kembali sebuah panggung rakyat dengan atmosfer sebesar itu, kehadiran parade band menjadi momentum yang menghidupkan kembali memori kebersamaan sekaligus membuka ruang baru bagi generasi muda untuk tampil. Musik tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi medium mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dalam suasana yang penuh kegembiraan.
Rian menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai seremoni perayaan HUT Kemerdekaan, melainkan dapat berkembang menjadi agenda kreatif yang berkelanjutan dan menjadi wadah pembinaan bagi musisi, seniman, komunitas serta pelaku UMKM di Kecamatan Lingga.
“Malam tadi cukup menarik masyarakat luas. Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Daik dan sekitarnya atas dukungan dan support-nya. Semoga ke depannya kita akan bertemu lagi pada sesi-sesi selanjutnya,” tutup Rian.
Redaksi.












