Tradisi Mandi Safar di Tanjung Kriting, Mahasiswa KKN STISIP BTM Lingga dan Warga Larut dalam Kebersamaan

Lingga – Tradisi Mandi Safar 1448 Hijriah kembali digelar di Pantai Tanjung Kriting, Dusun II, Desa Kudung, Kecamatan Lingga Timur, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana meriah dan penuh kekeluargaan dengan melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STISIP Bunda Tanah Melayu (BTM) bersama masyarakat setempat.

Salah satu rangkaian utama kegiatan adalah prosesi Mandi Safar yang diikuti sebanyak 13 anak. Enam anak berasal dari Desa Kudung, sedangkan tujuh lainnya berasal dari Tanjung Kriting.

Bacaan Lainnya

Prosesi tersebut berlangsung di kawasan Pantai Tanjung Kriting dan disaksikan masyarakat serta para tamu undangan. Tradisi Mandi Safar tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan budaya masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dan warga.

Sebanyak 17 mahasiswa KKN STISIP Bunda Tanah Melayu turut terlibat langsung sebagai panitia. Bersama masyarakat, mereka bergotong royong mempersiapkan berbagai kebutuhan kegiatan hingga seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan baik.

Kegiatan dipandu Siti Sarah selaku pembawa acara. Rangkaian acara diawali dengan sambutan Ketua Panitia Rajiman, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala Desa Kudung Amran, Ketua KKN STISIP Bunda Tanah Melayu Dicky Sandro Gerungan, serta sambutan dari pihak Kecamatan Lingga Timur yang diwakili Kasi Kesra Rusdi Aras.

Setelah rangkaian sambutan selesai, prosesi Mandi Safar dimulai. Sebanyak 13 anak mengikuti prosesi tersebut di kawasan pantai dengan disaksikan masyarakat dan tamu undangan yang hadir.

Usai prosesi Mandi Safar, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama secara berhidang. Mahasiswa KKN, masyarakat, dan tamu undangan duduk bersama menikmati hidangan yang telah disiapkan.

Momen makan bersama tersebut berlangsung dalam suasana akrab. Mahasiswa dan warga berbaur tanpa sekat, sehingga kegiatan tidak hanya menjadi bagian dari tradisi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kedekatan antara mahasiswa dengan masyarakat.

Kemeriahan kemudian dilanjutkan melalui berbagai permainan dan perlombaan yang melibatkan ibu-ibu serta anak-anak. Berbagai kegiatan tersebut menambah semarak acara sekaligus menciptakan suasana kebersamaan di tengah masyarakat.

Bagi mahasiswa KKN STISIP Bunda Tanah Melayu, keterlibatan dalam Tradisi Safar 1448 Hijriah menjadi pengalaman untuk mengenal lebih dekat sekaligus ikut mengambil bagian dalam pelestarian tradisi lokal yang masih hidup di tengah masyarakat.

Kehadiran mahasiswa KKN dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan keterlibatan mereka tidak hanya terbatas pada program akademik. Mereka turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan budaya masyarakat sebagai bagian dari proses membangun hubungan yang lebih dekat dengan warga.

Seluruh rangkaian Tradisi Safar 1448 Hijriah di Pantai Tanjung Kriting berlangsung lancar, meriah, dan penuh suasana kekeluargaan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan antara tradisi, gotong royong, dan kebersamaan masyarakat bersama mahasiswa KKN STISIP BTM.

Pos terkait